Anggota Prioritas Prioritas Indonetwork
Tahun ke-4
Pengurusan Pencairan Dana Pensiun
Pengurusan Pencairan Dana Pensiun
http://pencairan-pensiun.com/
Kini Pengurusan Pensiun Anda Menjadi Lebih Mudah, Cukup Duduk Manis Dana Anda Sudah Masuk Kerekening Anda ?? email : layanan@pencairan-pensiun.com
Informasi Kontak
Nama:
Tn. Latin C.S
[Pemasaran]
E-mail:
Situs Web:
Pesan Instan:

Google Talk:  latincs.bp@gmail.com  latincs.bp@gmail.com
WhatsApp: 081293937553 081293937553
LINE: 081293937553 081293937553
Nomor Telpon:
Nomor telpon Tn. Latin C.S di Menteng Jakarta Pusat
Nomor Ponsel:
Nomor ponsel Tn. Latin C.S di Menteng Jakarta Pusat
Alamat:
Gedung Bumiputera Lantai 6 Jl.HOS.Cokroaminoto No.85
Menteng Jakarta Pusat 10310, Jakarta
Indonesia
Rata-rata Tinjauan Pemakai

Tidak ada ulasan untuk perusahaan ini

Bahasa :
DANA PENSIUN

Dana Pensiun adalah salah satu lembaga keuangan bukan bank di Indonesia yang mempunyai aktivitas memberikan jaminan kesejahteraan bagi peserta dana pensiun baik untuk kepentingan pensiun peserta maupun pendiri selaku pengelola apakah itu berbentuk DPPK maupun DPLK yang menjujung tinggi prinsip kehati-hatian dalam mengelola investasi dan transparansi pelaporannya yang dimuat dalam peraturan dana pensiun.
Definisi dana pensiun menurut UU No. 11/ 1992 : Dana pensiun merupakan badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun bagi pesertanya.

Lembaga penyelenggara Dana Pensiun

• DANA PENSIUN PEMBERI KERJA ( DPPK ) PERUSAHAAN

Lembaga Dana Pensiun Pemberi Kerja ( DPPK) didirikan untuk menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti ( PPMP) atau program pensiun iuran pasti ( PPIP) .
Dana Pensiun Pemberi Kerja akan mengelola setoran dana dari perusahaan ( Pemberi Kerja) yang menggunakan jasanya dan kemudian memberikan manfaat pada saat karyawan tersebut memasuki usia pensiun, meninggal dunia dan atau mengalami kecelakaan cacat tetap total. Dana Pensiun Pemberi Kerja ( DPPK ) hanya boleh didirikan oleh Perusahaan dan untuk kepentingan internal Karyawannya.

• DANA PENSIUN LEMBAGA KEUANGAN ( DPLK ) BANK DAN ASURANSI JIWA

Dana Pensiun Lembaga Keuangan ( DPLK) dapat dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa yang memiliki kemampuan menyelenggarakan program pensiun dan biasanya bentuknya adalah iuran pasti ( PPIP) bagi perorangan atau kumpulan. Peserta dana pensiun lembaga keuangan ini adalah masyarakat umum, baik yang terikat sebagai karyawan pada perusahaan tertentu maupun perorangan yang tidak terikat pada badan usaha apapun.
Berdasarkan ketentuan perusahaan asuransi jiwa yang dapat menyelenggarakan dana pensiun lembaga keuangan jika perusahaan itu memiliki kemampuan organisasi yang baik, telah berjalan minimal 5 tahun, memenuhi tingkat solvabilitas sesuai ketentuan dibidang asuransi, dan memiliki tingkat kesinambungan pertanggungan yang sehat.

Perbedaan PPMP, PPIP dan PPUKP dapat Kita lihat Sebagai Berikut :

A. Program Pensiun Manfaat Pasti ( PPMP )
PPMP ( Program Pensiun Manfaat Pasti) adalah Program pensiun yang menjanjikan manfaat pensiun peserta yang mana untuk besaran manfaatnya sudah ditentukan diawal atau sudah dijanjikan manfaatnya oleh Dana Pensiun Pemberi Kerja ( DPPK ) melalui Perusahaan sebagai Pemberi Kerja ( Pendiri Dana Pensiun ) . Misalkan manfaat yang dijanjikan oleh Pemberi kerja : 2, 5 % x Masa Kerja x Gajih Dasar Angsuran
Pemberi Kerja ( Pendiri Dana Pensiun ) Menawarakan Pensiun : Pensiun Normal, Pensiun Dipercepat, Pensiun Cacat, Pensiun Ditunda, Pensiun Janda / Duda dan Anak.
Dan kemudian untuk manfaat Pensiunnya yang menjalankan PPMP yang dikelola oleh pemberi kerja ( DPPK ) maka ketika Karyawan memasuki Pensiun Normal manfaatnya langsung dibayarkan secara berkala / setiap bulan kepada peserta utama sampai dengan seumur hidup peserta utama, ketika peserta utama meninggal dunia, maka manfaat bulanannya dilanjutkan kepada pasangannya 60 % dari pensiun peserta utama sampai dengan seumur hidup pensiun janda / Duda, ketika pensiun Janda / Duda meninggal dunia, maka manfaat pensiunnya dilanjutkan kepada anak sebesar 33, 33 % dari pensiun Janda / Duda sampai dengan usia anak 25 tahun, sudah bekerja, sudah menikah maksimum 3 orang anak.

B. Program Pensiun Iuran Pasti ( PPIP )
PPIP ( Program Pensiun Iuran Pasti) adalah program pensiun yang menjanjikan manfaat pensiun peserta berdasarkan besaran iuran yang ditentukan diawal dan peserta pensiun mendapatkan manfaat pensiun didasarkan pada Iuran dan hasil pengembangan yang diperoleh di dana pensiun ( DPLK ) serta dibukukan terhadap masing-masing rekening peserta. Manfaat pensiun peserta yang diperoleh sebesar ( Iuran + Hasil pengembangan di DPLK setempat ) .
Program Pensiun Iuran Pasti ( PPIP ) hanya boleh didirikan oleh Bank dan Perusahaan Asuransi Jiwa dan Produknya ( Dana Pensiun Lembaga Keuangan ) untuk dijual kepada masyarakat umum bisa dimiliki secara individual ataupun kolektif ( kumpulan ) .
Pensiun yang ditawarakan oleh DPLK ( Dana Pensiun Lembaga Keuangan ) diantaranya ; Pensiun Normal ( Iuran + Hasil pengembangan ( 55 – 56 tahun ) , Pensiun Dipercepat ( Iuran + Hasil pengembangan ( > 45-46 tahun ) .

Ketika peserta memasuki pensiun normal atau dipercepat dan atau besaran manfaat pensiunnya memenuhi ketentuan Peraturan Dana Pensiun dan peraturan pelaksananya, maka manfaat pensiunnya wajib dibelikan Program Anuitas Seumur Hidup ke Perusahaan Asuransi Jiwa sesuai dengan pilihan peserta / Janda / Duda/ ahliwaris yang ditunjuk.
Adapun pola pembayaran manfaat pensiun peserta ketika mengikuti program pensiun iuran pasti ( PPIP ) baik itu yang dijalankan oleh DPLK / DPPK maka ketika peserta memasuki pensiun normal , maka pertama-tama akan dikenakan pajak atas manfaat pensiun yang diterimakan, kemudian peserta hanya bisa menikmati manfaat sekaligus 20 % ( lumpsum) yang dibayarkan langsung kerekening peserta dan 80 % dananya dibelikan/ dialihkan ke perusahaan Asuransi jiwa untuk penempatan Anuitas sesuai pilihan peserta/ Janda/ Duda/ Ahliwaris yang ditunjuk. Adapun besaran dana yang wajib dibelikan Anuitas ke perusahaan asuransi jiwa 80 % > Rp. 500.000.000.

C. Program Pensiun Untuk Kompensasi Pesangon ( PPUKP)
PPUKP ( Program Pensiun Untuk Kompensasi Pesangon) adalah suatu program yang dirancang khusus untuk memberikan manfaat langsung kepada peserta pensiun sesuai benefit UUK-13 dan sekaligus sebagai antisipasi atau mempersiapkan dana pada saat terjadinya PHK ( Pemutusan Hubungan Kerja) bagi peserta dana pensiun oleh Perusahaan, yang dikelola berdasarkan prinsip “ pooled fund” melalui perjanjian kedua belah pihak ( DPLK dan Perusahaan ) .
Penerapan Full Offset ( Penuh diimbangi) ini diterapkan dalam pengelolaan PPUKP, sebagaimana diketahui bahwa sesuai ketentuan UUK-13, manfaat yang diperoleh dari program pensiun dapat dikompensasikan terhadap kewajiban perusahaan dalam memenuhi ketentuan UUK-13 pada usia pensiun, walaupun UUK-13 tidak secara spesifik mengatur kompensasi terhadap kewajiban perusahaan untuk kasus PHK lainnya ( full offset) , tidak berarti perusahaan tidak dapat menerapkannya.
Berarti perusahaan juga dapat menerapkan full offset sepanjang ketentuan full offset dimaksud telah diatur secara jelas dalam PKB ( Peraturan Kerja Bersama) Peraturan Perusahaan, seharusnya perusahaan dapat saja melakukan kompensasi atas manfaat yang diperoleh dari program pensiun terhadap semua kasus PHK berdasarkan ketentuan UUK-13, tidak hanya pada usia pensiun saja, tetapi termasuk meninggal dunia, berhenti bekerja atas inisiatif karyawan dan atas inisiatif perusahaan, perusahaan bubar, pergantian kepemilikan, dan lain-lain.
Mengenai “ full offset” ini, pengelola DPLK wajib memiliki informasi mengenai penerapan “ full offset” dimaksud dari perusahaan, termasuk manfaat apa saja sesuai ketentuan UUK-13 yang akan dikompensasikan terhadap manfaat PPUKP, dan untuk selanjutnya wajib dimasukan kedalam kontrak yang akan menjadi dasar pembayaran manfaat PPUKP.

Apakah Karyawan dapat membayar iuran ke DPLK yang diperuntukan sebagai PPUKP ?
Jawabannya adalah :
1. Oleh Karena seluruh beban pendanaan manfaat berdasarkan ketentuan UUK-13 merupakan tanggungjawab perusahaan, maka karyawan dilarang membayar iuran ke DPLK yang diperuntukan sebagai PPUKP.
2. Apabila terdapat karyawan perusahaan yang diikutsertakan ingin membayar iuran, maka iuran karyawan dimaksud harus disetorkan ke DPLK yang bukan diperuntukan sebagai PPUKP untuk selanjutnya dibukukan atas nama masing-masing karyawan
TUJUAN UTAMA
1. Mengembangkan pasar program Kesejahteraan Karyawan diindonesia agar , industry dana pensiun tumbuh pesat dan dana yang terhimpun sebagai dana jangka panjang dalam rangka meningkatkan pembangunan nasional.
2. Melakukan sosialisasi secara berkesinambungan kepada perusahaan mengenai pentingnya kewajiban UUK-13 dianggarkan pendanaannya, untuk membantu perusahaan mengurangi risiko keuangan dan arus kas dan agar hak-hak karyawan dalam hal mengalami PHK terjamin.
3. Memberikan penyadaran yang berkesinambungan kepada karyawan dan masyarakat luas mengenai pentingnya menabung untuk hari tua.
PENYELENGGARAAN DAN PENGELOLAAN
1. Penyelenggaraan dan pengelolaan PPUKP berdasarkan prinsip “ pooled fund” melalui suatu perjanjian kerjasama antara pengelola DPLK dengan perusahaan ( Kontrak perjanjian) .
2. Perusahaan wajib memberikan dana menyampaikan kepada pengelola DPLK daftar karyawan yang diikut sertakan dalam program PPUKP beserta perubahan-perubahannya dan melampirkan dokumen identitas diri berupa fotocopy KTP, SIM atau paspor.
3. Pembayaran manfaat dilakukan berdasarkan perintah perusahaan dan hanya dapat dibayarkan kepada peserta yang namanya tercatat dalam administrasi DPLK.
4. Pembayaran manfaat dilakukan dengan terlebih dahulu mencatatkan sejumlah dana atas nama peserta yang bersangkutan pada saat perusahaan melakukan PHK.
5. Pengelola DPLK wajib memberikan kepada peserta rincian perhitungan besar manfaat yang dicatatkan dan dibayarkan pada saat pembayaran dilakukan.
INVESTASI PROGRAM PPUKP
1. Investasi atas dana PPUKP yang dikelola oleh DPLK mengikuti ketentuan perundang-undangan yang berlaku dibidang dana pensiun.

PERPAJAKAN
Ketentuan perpajakan PPUKP sama dengan ketentuan perpajakan yang berlaku pada program pensiun dan saat ini disesuaikan berdasarkan Peraturan Pemerintah ( PP) No. 68 Thaun 2009 , berlaku pengenakan pajak final atas manfaat pensiun.
Jumlah Manfaat misalkan dana pensiun dimulai Rp. 50.000.000 s/ d > Rp. 500.0000.000 pajak final 5% pada PPUKP.
Contoh I :
- ( A) = Manfaat UUK-13 = Rp 500 juta
- ( B) = Saldo Dana PPUKP peserta pada DPLK = Rp 500 Juta
- Oleh karena ( B) = ( A) , maka perusahaan tidak perlu mengeluarkan tambahan dana
- ( B) dibayarkan oleh DPLK yang akan dikenakan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku untuk program pensiun dan pengelola DPLK sebagai wajib potong. Besaran pajak yang disetorkan ke Negara sebesar = ( Rp 500 juta – Rp 50 juta ) x 5% = Rp 22.500.000 ( pajak atas manfaat pensiun) .
Contoh 2 :
- ( A) = Manfaat UUK-13 = Rp 850 juta
- ( B) = Saldo dana PPUKP peserta pada DPLK = Rp 750 juta
- Oleh karena ( B) < ( A) , maka perusahaan wajib mengeluarkan tambahan dana sebesar Rp 100 juta untuk dibayarkan kepada peserta oleh perusahaan yang akan dikenakan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku untuk pesangon dan perusahaan sebagai wajib potong.
- ( B) dibayarkan oleh DPLK yang akan dikenakan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku untuk program pensiun dan pengelola DPLK sebgai wajib potong.

TATA CARA PEMBAYARAN MANFAAT PPUKP
1. Tata cara pembayaran manfaat PPUKP dilakukan sesuai ketentuan UUK-13 dan perubahannya, bila ada
2. Bagaimana cara pembayaran manfaat PPUKP ? , pada saat peserta berhak menerima manfaat dan berdasarkan perintah dari perusahaan serta sesuai ketentuan UUK-13, manfaat PPUKP dapat dibayarkan secara sekaligus.
3. Apakah manfaat PPUKP dapat dibayarkan sebelum peserta mencapai usia pensiun dipercepat ?
Apabila pada saat berhenti bekerja peserta berusia kurang dari 10 tahun dari usia pensiun normal yang tersedia pada DPLK, maka manfaat PPUKP harus ditunda pembayarannya sampai peserta berusia sekurang-kurangnya 10 tahun dari usia pensiun normal yang dipilih.

• Asuransi Jiwa Bersama BUMIPUTERA 1912 ( Perushaan Asuransi Jiwa)

Perusahaan Asuransi Jiwa adalah suatu lembaga pertanggungan yang menanggung resiko terhadap tertanggung yang disebabkan karena kerugian tertanggung yang timbul dari akibat suatu kejadian baik secara langsung maupun tidak langsung yang menyebabkan hilangnya nilai ekonomis seseorang baik itu individual maupuan bersifat kolektif.
Menurut Ketentuan Undang Undang No.2 tahun 1992 tentang Perasuransian ( “ UU Asuransi” ) , Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih di mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.
Perusahaan Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 adalah merupakan perusahaan asuransi jiwa Nasional tertua diindonesia yang lahir dari para pejuang bangsa Indonesia sekaligus perusahaan peninggalan yang mewarisi sejarah bangsa Indonesia yang didirikan oleh tiga orang guru pendiri pada tanggal 12 Februari 1912, dimagelang yang merupakan perusahaan nasional berbadan hukum non PT, melainkan berbentuk “ Mutualisme” atau Usaha Bersama berdasarkan UU No.2 Tahun1992 tentang Perasuransian.

PRODUK DAN LAYANAN untuk peserta dana pensiun salah satunya adalah pemilihan / pembelian Program Anuitas di Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912

Program Anuitas Seumur Hidup adalah penerimaan manfaat pensiun secara berkala setiap bulan kepada peserta utama sampai dengan seumur hidup peserta utama, jika peserta utama didalam perjalanannya terjadi meninggal dunia, maka manfaat pensiun bulanannya dilanjutkan kepada pasangannya Janda / Duda sebesar 60 % dari pensiun peserta utama sampai dengan seumur hidup Janda / Duda, Jika pensiun Janda / Duda meninggal dunia maka manfaat pensiun bulanannya dilanjutkan kepada Anak sebesar 33, 33% dari pensiun Janda / Duda sampai usia anak 25 tahun, sudah bekerja, atau sudah menikah maksimal 3 orang anak.

• PROSEDUR PENGURUSAN PENCAIRAN DANA PENSIUN

Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam UU RI No. 11/ 1992 tentang Dana Pensiun khusus dana pensiun yang menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti ( PPIP ) baik itu bentuknya DPPK / DPLK maka bagi peserta pensiun yang akan melakukan pengurusan pencairan dana pensiunnya pertama-tama akan dikenakan pajak atas manfaat pensiun sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun ( PDP ) yang berlaku, kemudian peserta maksimal hanya boleh menikmati dana pensiun sekaligus ( lumpsum) sebesar 20% dari saldo dana pensiunnya setelah dikurangi pajak, kemudian yang 80 % wajib dibelikan program Anuitas ke perusahaan asuransi Jiwa sesuai dengan pilihan peserta / Pasangan / ahliwaris yang ditunjuk.

• PROSEDUR PENGURUSAN ANUITAS DI PERUSAHAAN ASURANSI JIWA BAGI PESERTA DANA PENSIUN

1. Peserta mengisi form aplikasi dari perusahaan asuransi jiwa yang dilengkapi dengan persyaratan sbb:

a) . Mengisi dan menandatangani form Pembayaran Pensiun dari DPLK/ DPPK asal dana pensiun peserta.
b) . Mengisi dan menandatangani form Anuitas dari Perusahaan Asuransi Jiwa ( Bumiputera ) dan SPAJ ( Surat Penutupan Asuransi Jiwa ) .
c) . Mengirim kartu/ buku asli peserta DPPK/ DPLK * )
d) . Melengkapi dengan foto Copy diantaranya ; KTP, KK, NPWP, SK-pensiun,
e) . Cover buku Tabungan, dan Laporan Saldo Bulan terakhir DPPK/ DPLK * * )

2. Kemudian Perusahaan Asuransi Jiwa membuatkan surat rujukan ke Dana Pensiun Berkas yang sudah siap akan diproses dan dikirim ke DPPK / DPLK tempat dana pensiun peserta.

3. DPPK / DPLK akan memproses dana pensiun peserta untuk dicairkan dan selanjutnya mengirimkan dana peserta setelah dikurangi pajak atas manfaat pensiun 20% dikreditir langsung kerekening peserta pada saat itu, dan 80% dikrediktir ke Perusahaan asuransi Jiwa

4. Dana pensiun peserta yang sudah di AJB Bumiputera 1912 maka peserta menerima pembayaran pensiun setiap bulan sampai dengan seumur hidup peserta Utama, jika meninggal dunia ( Peserta Utama) , maka manfaat bulanan turun kepada Janda / Duda sampai dengan seumur hidup. Jika janda / Duda meninggal dunia maka manfaat bulanan peserta turun kepada Anak sampai dengan usia 25 tahun, sudah bekerja, atau sudah menikah maksimal 3 orang anak.

• PENGURUSAN PENGALIHAN DANA PENSIUN KE DANA PENSIUN LAINNYA

1. Peserta mengisi form aplikasi yang dilengkapi dengan persyaratan sbb:
a) . Mengisi dan menandatangani form pengalihan dana pensiun ( DPPK / DPLK) asal dana pensiun peserta.
b) . Mengisi dan menandatangani form pendaftaran peserta baru di dana pensiun yang dipilih.
c) . Mengirim kartu asli / buku asli peserta DPPK / DPLK, asal dana pensiun peserta dalam satu amplop tertutup di dana pensiun yang ditunjuk.
d) . Melengkapi dokumen yang dibutuhkan dengan foto copy seperti ; KTP, KK, NPWP, Surat Referensi Kerja, Cover Buku Tabungan, dan Laporan Saldo Bulan terakhir DPPK/ DPLK * * )

2. Kemudian DPLK yang baru membuatkan surat rujukan ke DPPK / DPLK asal dana pensiun peserta, Berkas yang sudah siap akan diproses dan dikirim ke DPPK / DPLK tempat dana pensiun peserta berada.
3. DPPK / DPLK akan memproses dan mengirimkan dana peserta ke DPLK yang baru ditunjuk oleh peserta dan sudah menjadi kepesertaan mandiri di dana pensiun yang baru ( sesuai dengan PDP) .
4. Setelah dana pensiun peserta diterima di DPLK yang baru peserta untuk menjadi kepesertaan secara mandiri sampai tiba waktunya mencapai usia pensiun dan DPLK yang baru menerbitkan Kartu Peserta DPLK sebagai alat bukti kepesertaan.
5. Jika Dana pensiun peserta diwajibkan mengambil anuitas seumur hidup ( sesuai dengan PDP) maka DPLK Bumiputera akan memproses pencairan dikurangi pajak atas manfaat pensiun kemudian 20 % dikreditir langsung kerening peserta pada saat itu dan 80% dikreditir ke perusahaan asuransi jiwa untuk pembelian program anuitas diperusahaan asuransi jiwa yang dipilih / ditunjuk oleh peserta dana pensiun.

Apa yang akan anda lakukan ketika anda sudah memasuki pensiun, baik pensiun ditunda maupun pensiun dipercepat, segera hubungi kami tinggalkan pesan di
email : layanan@ pencairan-pensiun.com

Segera hubungi kami untuk Pembelian Program Anuitas Seumur Hidup, Pengalihan Pensiun dan Pencairan Dana Pensiun anda ! ! Kami akan bantu pengurusannya rata-rata kami bisa selesaikan dalam waktu cepat, paling cepat 2 hari cair dan paling lama 5 hari cair untuk pengalihan pensiun. Dan untuk pengurusan Anuitas paling lambat 30 hari kerja cair sudah dapatkan manfaat bulanannya terhitung setelah dana efektif.
Langkah pengurusan Dana Pensiun bisa datang lansung kekantor kami atau cukup duduk manis ditempat semuanya kami yang mengurusnya tinggal terima beres Dana masuk kerekening anda dalam waktu cepat.
Demikian tulisan ini semoga dapat bermanfaat dan dapat membantu mensosialisasikan baik perusahan maupun masyarakat umum yang sedang membutuhkan informasi ini kritik dan saran sangan kami perlukan untuk kemajuan website ini silahkan kirim ke email: layanan@ pencairan-pensiun.com
Salam antusias menyongsong hari esok yang lebih baik lagi ? ?

Dibuat oleh ; Latin C.S
Membuat situs langsung jadi? Silahkan kunjungi indonetwork.co.id